Keyakinan Teguh di genggamannya
Sangat erat hingga keringat membasahi tangan
Buku-buku jari memutih
Hanya untuk cinta yang takut lari darinya
Sepetik senar menggetarkan sunyi
Mengisi ruang rindu
Tubuhnya bersandar pada pelabuhan harapan dan sederet kata di kertas lusuh
Baru sadar, jika puisi ini sebegitu menariknya
Membuat Bulan tak nampak diri
Bintang yang bersembunyi
Membuat dia semakin kesepian di ujung pelabuhan
Hal yang lebih menyakitkan lagi adalah Ketika saya hampir gila di tikam oleh kenangan Namun kamu tidak ingat sedikitpun tentang itu Ketika setiap hari saya merasa mati karena mencintaimu Namun saya seolah tidak pernah menjadi bagian masa lalumu Dan ketika saya mencintaimu dalam diam dan jarak Kamu mengetahuinya tapi tidak peduli.
Komentar
Posting Komentar